Minggu, 30 September 2018

SELINGKUH

Hari ini, Sabtu hari ke 29 di Bulan September pada tahun 2018.
Setelah menjalani hari libur sabtu di Pare kampung inggris yang hanya dihabiskan dengan bangun agak siang, kemudian renang di kolam terdekat dengan kos-kosan, sarapan makan siang tidur siang. Hari berlalu seperti biasanya. Kemudian semua menjadi hening seketika ketika sesorang menulis wa di grup. Isinya adalah undangan acara makan dirumahnya yang akan diadakan bulan depan. Semua orang pasti sudah menebak bahwa itu adalah acara lamaran. Walaupun Tiwi, salah satu teman yang aku panggil “emak” karena memang sudah selayaknya ibu semenjak ngekos di Bandarlampung ketika melanjutkan kuliah S1, mengatakan bahwa mungkin saja itu adalah acara tasyakuran karena SK pegawai nya turun. Hehehe. Dia tidak tahu bahwa aku sudah lama mengetahui bahwa akan ada acara lamaran bulan depan, Oktober tepatnya dan akan ada acara resepsi di tahun depan bulan keempat.

Suasana hati dan badan sudah  bisa menerima kenyataan itu sejak lama. Sehingga sudah tidak ada penolakan lagi di hati dan pikiran untuk mendengan kabar-kabar seperti itu. Hanya saja sejenak terpikir kejadian 5 tahun silam.

Kejadian itu dimulai ketika aku ditinggalkan oleh wanita yang sangat saya idamkan. Dalam masa pemulihan tersebut masuklah ke dalam suatu grup belajar yang pada akhirnya kami menganggap satu sama lain seperti keluarga. Dan sampai sekarang ikatan itu masih terjalin. Pada grup terssebut, dekatlah aku dengan salah satu wanita yang pada kala itu senasib denganku karena dia juga baru saja ditinggalkan oleh laki-laki yang sedang dekat dengannya.

Karena seringnya waktu bersama dihabiskan untuk belajar bersama. Lama kelamaan rasa itu muncul. Rasa yang lebih dari sekedar teman. Teringat mulanya kami sering mengejek dengan sebutan aku dipersamakan dengan nama seorang koruptor waktu itu, dan aku memanggilnya sebagai nama dari istri si koruptor. Dimulai dari sering bersama, bercanda setiap hari. Pada akhirnya rasa memiliki satu sama lain timbul. Semua teman yang dianggap keluarga menanyakan perihal hubungan kami. Karena kedekatan yang di rasa sudah tak biasa. Akhirnya aku meminta saran kepada beberapa teman. Disimpulkan bahwa aku harus menyatakan rasa itu.

Akhirnya pada malam tanggal 20-10-2013 aku menyatakan perasaanku padanya. Aku meminta dia memikirkannya dan menjawabnya keesokan harinya. Akhirnya ketika di kampus dia menjawabnya. Semalam dia bilang bahwa kita jalani saja tidak usah tanpa ikatan, lantas aku menolaknya. Karena berdasarkan pengalaman sebelumnya dengan wanita yg sangat saya idamkan. Tidak adanya ikatan, tidak ada hak untuk menanyakan ketika dia pergi begitu saja. Akhirnya dia menerima perasaan ini.

Setahun pertama semua begitu indah. Sampai satu sama lain mengetahui pribadinya masing-masing. Ujungnya ketika aku harus melanjutkan S2 di salah satu universitas ternama di Depok. Dia juga harus bekerja karena diterima di kementerian. Jauh dari kampung halaman, namun kami sebenarnya tidak terlalu berjauhan karena tempat dia bekerja dan aku kuliah hanya satu jam perjalanan motor. Namun pertemuan yang semakin jarang. Dia sibuk bekerja, aku sibuk kuliah. Paling hanya bertemu di weekend saja. Sehingga pertemuan tak se intens saat kuliah S1 sampai lulus.

Yang ada dalam benakku adalah kenapa kami tak berjauhan sekalian sehingga tak ada kesempatan untuk bertemu dan aku tak berharap. Karena jarak tak terlalu jauh sehingga harapan selalu muncul sedangkan dia sibuk bekerja demi masa depannya. Kesalahanku bermula dari situ. Semenjak saat itu aku lebih dekat dengan teman sekelas. Waktu belajar dan free yg relatif sama. Bertemu setiap hari menyebabkan kami semakin dekat. Dia mulai nyaman denganku. Aku juga mulai nyaman dengannya. Awalnya aku hanya menganggap dia seperti teman biasa, seperti adek karena dia sering bertingkah seperti anak kecil. Dia juga mengetahui bahwa saya sudah punya pasangan.

Sehingga saya tak pernah menolak ketika dia mengajak saya pergi makan, nonton, dan mengantar kemanapun dia pergi. Sampai akhirnya dia menghubungi pasangan saya. Disitu aku seperti di bakar. Ternyata dia akhirnya menaruh hati padaku. Dan menyuruh aku memutuskan hubunganku dengan pasanganku.  Dan memintaku berpacaran dengannya. Spontan aku menolaknya. Sampai akhirnya dia meminta untuk memtuskan pasanganku walau tak berpacaran dengannya. Agar kami bisa berteman tanpa di ganggu oleh pasanganku katanya. Aku tetap menolak dan mempertahankan pasanganku.

Kami ribut hebat. Sungguh baiknya pasanganku, dia tidak lantas memutuskan hubungan denganku. Acara resepsi kakanya, aku dan keluargaku datang. 3 bulan kemudian. Tepatnya seminggu setelah hari ulang tahunku. Tiba-tiba dia tidak ada kabar seharian. Sampai malamnya aku menanyakan apa kesalahanku. Karena aku merasa hari itu tak melakukan apapun. Dia bercerita bahwa dia selama 3 bulan setelah kejadian itu, tidak pernah bisa melupakan dan berpikir bagaimana jika itu terulang kembali setelah menikah. Dan akhirnya dia memutuskan hubungan kami setelah terjalin 4 tahun.

Terlalu banyak kenangan yang harus dilupakan. Saya down sebulan pertama sampai ibu saya memberikan motivasinya. Akhirnya setelah tiga bulan berlalu aku mulai bisa mengikhlaskan semua itu. Dalam diri selalu menampik bahwa diri telah berselingkuh, padahal semua orang sadar bahwa aku telah berselingkuh. Kejadian yang cukup terjadi sekali seumur hidupku. Takkan kuulangi lagi. Karena kejadian itu aku kehilangan wanita yang selama ini aku harapkan menjadi istriku.

Tepatnya hari ini dia mengumumkan acara lamarannya yang akan diadakan bulan depan. Hatiku sudah lagi tak berkecamuk namun terngiang semua kenangan dan rencana-rencana yang akan kami lakukan. Kami berencana menikah April 2019. Dan pada akhirnya dia akan menikah pada April 2019. Tidak meleset dari target. Hanya saja dengan calon mempelai pria yang berbeda. Dan itu bukan AKU. Itulah kejadianku hari ini.

Kutulis semua ini di tempat makan depan kosanku. Awalnya tidak terlalu ramai. Sampai tak kusadari saking asyiknya menulis, ternyata ramai dan banyak orang tak mendapatkan tempat duduk. Tiba-tiba datang wanita menghampiriku, meminta izin untuk duduk disebelahku. Ternyata dia adalah orang yang sering aku lihat ketika study club malam karena sering duduk bersebelahan. Tanpa mengenal satu sama lain.....
To be continued.

Pengantar

Blog ini dibuat mulanya untuk tugas kuliah pada tahun 2012. Sempat di isi dengan puisi-puisi yang bikin ketawa kalo di baca karena geli. Sekarang saya akan mulai menulis. Semoga menjadi hobi yang mengasyikkan dan dapat menghibur.